Prosedur Industri Ramah Lingkungan

Dampak negatif yang dihasilkan oleh kegiatan industri sangatlah banyak, diantaranya limbah sampah plastik yang dibuang di tempat sampah fiberglass. Kegiatan industri yang tidak mempedulikan kelestarian lingkungan hidup bakal merusak ekosistem dan kestabilan alam. Hujan asam dapat timbul sebab pencemaran demikian parah.

Fenomena ini bisa dikarenakan oleh kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan industri yang tidak terkendali. Misalnya, kebocoran reaktor nuklir sebagai pemasok sumber energi bisa menjadi ancaman besar bagi kelangsungan alam dan makhluk hidup.

Sebenarnya untuk mengantisipasi kerusakan alam bisa dilakukan dengan industri ramah lingkungan. Langkah ini menjadi solusi atas kontrol kegiatan perindustrian yang kerap kali merusak lingkungan.

Seharusnya pembangunan diatur dan diawasi secara mendetail oleh pemerintah, dan masyarakat pun memiliki peran penting dalam mengawasi kegiatan industri tersebut.

Kalau industri tidak mementingkan kelestarian alam maupun lingkungan, warga/masyarakat bisa menuntut perusahaan tersebut. Opsi terbaik yang bisa dilakukan masyarakat setempat adalah mengontrol industri melalui Analisis Dampak Lingkungan. Nah, di setiap kegiatan industri seharusnya memenuhi kewajiban tersebut.

Kontrol terhadap kegiatan industri yang ramah lingkungan bisa Anda lakukan dengan pengontrolan pembuangan limbah, pemilihan tempat dibangunnya kawasan industri, dan penggunaan bahan baku. Pembuangan limbah seharusnya tidak melahirkan polusi berlebihan atau mencemari aliran air yang bakal merugikan masyarakat sekitar.

Soal polusi, cerobong asap wajib dilengkapi filter yang berguna mengurangi jumlah polusi. Sementara itu, untuk limbah cair seharusnya pihak industri membuat sumur resapan, sedangkan untuk limbah padat dibuang ke tempat semestinya.

Sebaiknya pendirian kawasan industri berada di daerah/wilayah yang kosong untuk mengurangi polusi. Jika dilihat dari lokasi, industri mempunyai dua jenis, yaitu industri kota dan industri desa.

Industri kota mengolah bahan baku serta menghasilkan bahan/produk baru dalam skala/jumlah yang besar. Berbeda dengan industri desa yang bergerak di sektor peternakan ataupun pertanian.

Pemilihan tempat berdirinya industri pun harus diperhatikan agar tidak merugikan lingkungan. Jika berada di kawasan yang dekat dengan rumah warga, atau berada di daerah resapan air, sebaiknya tidak didirikan industri. Begitu juga dengan pemilihan bahan baku yang tidak menggunakan gas CFC, Neon ataupun methanol yang berpotensi merusak lingkungan.

Tinggalkan komentar