Kapan Saat Untuk Upgrade Shared Hosting Anda?

Semakin dikenalnya internet oleh masyarakat membuat semakin banyak orang yang ingin mempunyai website. Tapi masih banyak juga orang yang tidak tahu bagaimana cara membuat website. Jika anda mau mengetahui bagaimana cara membuat website dengan baik dan benar, maka sudah tidak terhitung jumlah panduan yang ada di internet saat ini yang bisa anda baca untuk memandu anda membuat website anda sendiri.

Salah satu tahapan yang paling penting dari membuat website adalah memilih nama domain dan juga layanan hosting. Jika anda memilih nama domain yang keliru atau bahkan memilih layanan web hosting yang tidak berkualitas, maka anda bisa saja mengalami banyak masalah pada saat mengembangkan website anda. Jadi sekarang saya akan memberikan panduan dasar cara memilih nama domain dan layanan hosting untuk anda.

Paling pertama yang anda lakukan adalah menentukan nama ddomain. Nama domain ini bisa membantu anda dalam membuat website anda menjadi lebih mudah untuk diingat. Ya. Fungsi dari nama domain adalah untuk memudahkan mereka yang sudah pernah berkunjung ke website anda untuk kembali berkunjung ke website anda.

Jadi pada saat anda memilih nama domain usahakan anda memilih nama domain yang singkat. Tidak perlu menambahkan kata kunci ke dalam nama domain anda. Jika anda tidak bisa menemukan nama domain yang unik dan mudah diingat, maka anda bisa memakai brand usaha anda saja. Jadi kata kunci kokom.com lebih baik dari jualtasbrandedmurah.com.

Selanjutnya anda bisa memilih paket hosting untuk website anda. Jika anda merasa bahwa website anda tidak akan melayani lebih dari 1000 kunjungan per hari, maka sebaiknya anda menggunakan share hosting yang kecil saja, misalnya yang kapasitasnya 500 mb. Tapi jika anda perlu melayani antara 1000 hingga 10.000 kunjungan per hari, maka anda mungkin mau mempertimbangkan paket yang lebih besar lagi.

Jika jumlah kunjungan anda lebih dari ini, maka sebaiknya anda menggunakan server VPS. Kenapa? Karena server VPS memberikan kapasitas penyimpanan yang lebih besar, cpu yang besar, dan juga alokasi ram yang bisa menangani trafik yang besar. Ini adalah hal-hal yang bisa anda pergunakan untuk menjaga kestabilan dan kecepatan website saat melayani beban trafik di atas 10.000 per hari.

Tinggalkan komentar